Iklan Atas (Responsive)

3 Tim SMAN 1 Rembang Lolos ke Final Regional ISFO 2025, Wakili OJK Purwokerto

Oleh |
Iklan Dalam Artikel


Tiga tim dari SMAN 1 Rembang, Kabupaten Purbalingga, berhasil melaju ke babak final regional Islamic Financial Olympiad (ISFO) 2025. Mereka akan mewakili Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wilayah Purwokerto setelah tampil gemilang pada babak penyisihan tingkat wilayah.

Dari enam wakil OJK Purwokerto yang dinyatakan lolos ke final regional, tiga tim berasal dari SMAN 1 Rembang, disusul masing-masing satu tim dari SMKN 1 Purbalingga, SMKN 1 Kaligondang, dan SMAN 1 Purwokerto.

Ketiga tim itu adalah M3S, Tim 99, dan The Capital Girls. Tim M3S beranggotakan Azzkha Maulana Alif Adrera, Khersya Romadhhona, dan Faozan Omar Dinan. Tim 99 terdiri dari Falita Rohmawati, Nasya Julia Zahwa, dan Wiksa Nawal Ramadhani. Sedangkan tim The Capital Girls berisi Ihya Nur Fadilah, Adela Sabriya, dan Syahira Amalia Hidayat.

Lolos dari Babak Penyisihan Online

Babak penyisihan ISFO 2025 digelar secara online pada Kamis, 9 Oktober 2025 lewat aplikasi zoom dan Kahoot. Para peserta diuji seputar konsep keuangan syariah, produk lembaga keuangan syariah, dan ke-OJK-an.

Penilaian dilakukan berdasarkan ketepatan dan kecepatan menjawab. Dari babak ini, enam tim terbaik dipilih untuk maju ke final regional.

Di babak final regional nanti, mereka akan bersaing melawan tim-tim yang tergabung di regional 3  , meliputi OJK Provinsi Jawa Tengah, OJK Yogyakarta, OJK Solo, OJK Purwokerto, dan OJK Tegal. Dan 3 Tim terbaik akan melaju ke tingkat nasional ISFO 2025 

Salah satu peserta, Nasya Julia Zahwa dari Tim 99, mengaku bersyukur atas pencapaian ini. “Kami tidak menyangka bisa lolos tiga tim sekaligus. Kami belajar bersama setiap hari dan berusaha memahami konsep keuangan syariah dengan baik. Semoga kami bisa memberikan hasil terbaik di final nanti,” ujarnya.

Kepala SMAN 1 Rembang, Feriati R memberikan apresiasi tinggi atas keberhasilan tersebut. “Prestasi ini menjadi bukti bahwa semangat belajar dan kerja keras selalu membuahkan hasil. Kami bangga karena siswa-siswa kami mampu bersaing dan memahami nilai-nilai ekonomi syariah dengan baik,” tutur Feriati.

Guru pembimbing, Samrin., menambahkan bahwa para siswa telah berproses dengan serius dan disiplin. “Mereka tidak hanya berlatih menjawab soal, tapi juga mendalami materi agar benar-benar memahami dasar-dasar ekonomi syariah. Harapannya, mereka bisa terus berprestasi hingga tingkat nasional,” katanya.

Ajang ISFO menjadi wadah penting dalam menumbuhkan literasi keuangan syariah di kalangan pelajar. Melalui kompetisi ini, generasi muda diajak untuk memahami sistem keuangan Islam yang menekankan keadilan, keberkahan, dan etika dalam bermuamalah.


Bagikan Materi Ini: